Langsung ke konten utama

Selamat Ulang Tahun, Mantan.

 




Selamat ulang tahun untukmu mantan

Sepotong masa lalu yang enggan dijadikan kenangan

Secercah harapan yang lupus karena hati yang tulus

Sebuah kotak berisi tawa dan tangisan

Beserta dengan memori akan kepedihan

Dilengkapi dengan ingatan yang pupus


Tahun lalu masih dapat terucapkan

Tahun lalunya lagi juga masih dapat kuungkapkan

Namun sekarang, setelah ingatan itu hangus

Setelah kamu pergi, terlupakan semua ucapan

Beserta kenangan tawa, canda hingga kepedihan

Tiada lagi harapan dan kenangan 

Mereka telah pupus akibat hati nan tulus


Selamat ulang tahun mantan

Semoga hidupmu terisi dengan manisnya kenangan

Tidak lagi penuh dengan harapan yang pupus.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

[ENG] Rain and Grey.

It was raining. I am drowning in the time past, happening, looking, and searching for something that I didn't even know about anything. Spread into the darkness, growing like happiness, end it with sadness. I don't know. It's just so many things I had to tell about her, but I can't. Can't even look into her eyes, cause I'm too nervous. But also curious, who is she? And why does she follow me like a ghost, she appears around me. Anywhere, everywhere. Or, does it just memories that I can't tell? "Hey, can I have some Americano, please," Damn. She's here. "Oh, sure." My hands were shaking, my heart was beating, I cannot even stop that beat. What is wrong with me? We're not Rangga and Cinta who are trapped in complicated love. We're just strangers, which we didn't know each other. "One Americano, anything else to order miss?" "Just call me N," "Can I?" "You should." "Why?" ...

Gerbong Lima

             Hiruk pikuk kereta malam itu, penuh akan penumpang yang kelelahan. Sikutan dari tiap penumpang membuat Nadifa terpojok di sudut gerbong lima. Ia mengelap pelipisnya, udara pendingin sudah tidak terasa karena penuhnya kereta. Ia menghela nafasnya, tersenyum saat melihat satu tempat duduk di gerbong itu.             'BRUK!'                    Buku yang dipeluk Nadifa jatuh, ia lantas meraihnya.                     "Ini," Tangan seorang lelaki mengambil buku itu. Ia membantu Nadifa yang sibuk menunduk meraih bukunya.                    "Eh, terima kasih."  ujarnya. Wajah Nadifa terkejut saat melihat lelaki itu.                    "Alvi?" tanya Nadifa memastikan, laki-laki itu h...